Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ustadz, saya seorang ikhwan yang telah menikah dengan seorang gadis sekitar dua tahun yang lalu. Jujur saja, istri saya memang cantik dan menarik. Dia adalah kembang desa yang banyak disukai pemuda. Awalnya, saya merasa bahagia bisa menyunting dirinya. Namun, kini saya menyesal telah memilihnya. Saya tidak merasa bahagia dan sering makan hati. Dia tidak menghargai saya sebagai seorang suami dan sering melanggar syariat. Seperti pergi tanpa izin, menyepelekan shalat, dan bahkan pergi ke dukun. Ustadz, saya tertekan dan merasa tidak punya harga diri, sebab nasihat saya tidak pernah digubrisnya. Saya berniat untuk menceraikannya. Salahkah saya ustadz? Mohon penjelasannya. Jazakumullah atas nasihatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

 

Jawaban Ustadz:

Wa’alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh

Saudara yang baik, karena berbagai macam alasan, seringkali kita mengabaikan nasihat Rasulullah dalam memilih istri sebagai pendamping hidup kita, yaitu memilih yang berkualitas agamanya baik. Atau dengan bahasa lain, yang shalihah. Biasanya dalam hal ini, pertimbangannya bersifat syahwati atau duniawi.

Paling tidak, meski terlambat. Anda telah menyadari bahwa kecantikan saja bukanlah ciri keshalihan seseorang, sehingga tidak cukup untuk menjadi bekal berkeluarga. Apalagi jika tujuannya adalah mencari surga dunia serta mendapat ridha Allah.

Namun, cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dengannya. Bisa jadi, ini hanya masalah komunikasi yang tidak sehat di antara Anda berdua. Ungkapkan kepadanya tentang apa yang menjadi keinginan Anda sebagai suami, juga dengarkan apa keinginannya sebagai istri. Berjanjilah untuk mewujudkannya semaksimal mungkin.

Kalau memang tidak bisa, mintalah bantuan orang ketiga yang adil. Bisa orang tua, saudara, tokoh masyarakat, atau ustadz yang bisa melihat persoalan secara jernih dan tidak berat sebelah. Tapi hati-hati memilih orang yang bisa dipercaya, agar masalah Anda tidak menjadi aib yang disebarkan kesana kemari.

Kuatkan pula kualitas ruhiyah Anda. Dekatkan diri kepada Allah dan selalu berdoa untuk kebaikan dirinya dan keluarga. InsyaAllah, Allah akan memberi jalan keluar dan kemudahan. Namun, jika memang sudah tidak bisa lagi dipertahankan dan ini yang tahu Anda sendiri, bercerai bisa menjadi pilihan. Terutama jika sendi-sendi keluarga bahagia seperti harga diri, ketenangan, cinta, kasih sayang, keteladanan, amal shalih, apalagi iman, telah menghilang dari kehidupan berumah tangga. Ucapkan istighfar dan jadikan ini sebagai pengalaman agar kelak tidak terulang lagi. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi Anda dan Anda ikhlas menerima pilihan itu. Wallahu A’lam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here